Jumat, 18 Desember 2015

Cara Mengatasi Anak Susah Makan Sayur

Mengatasi anak yang susah makan sayur tidak bisa dilakukan dengan memaksa, menakut-nakuti atau mengancam anak, karena akibatnya justru anak akan semakin membenci sayur-sayuran dalam menu mereka. Anak perlu mengenal sayuran secara mendasar dengan diajak berkebun untuk ikut menanam sayuran atau sesekali diajak rekreasi ke tempat-tempat agrowisata dengan tujuan untuk lebih mengenal sayuran.

Selain itu diperlukan pula kreativitas para ibu untuk menyajikan sayuran dalam bentuk yang lebih inovatif. Misalnya dengan membuat ice cream berbahan jagung manis, atau beberapa hari sekali memasukkan juice tomat dalam menu keluarga. Masukkan pula masakan dari beragam sayur sebagai menu wajib, misalnya gado-gado karena sajian ini umumnya bisa diterima oleh semua kalangan.

Para ibu harus memiliki berbagai strategi dan cara untuk mengatasi anak yang susah makan sayur, berikut ini adalah trik dari para ibu yang dikumpulkan dari berbagai sumber untuk mengatasi anak susah makan sayur, mungkin bisa menginspirasi untuk menemukan trik-trik yang lebih baru dan membuat anak untuk menyukai makan sayur, diantaranya adalah :

01. Bersikap konsisten dengan memberi contoh yang baik. Pastikan Anda juga mengisi piring makan Anda dengan sayuran. Riset menunjukkan, bahwa jumlah makanan yang ada di piring anak sebenarnya langsung berhubungan dengan jumlah yang ada di piring ibu. Bahkan jika Anda tidak suka misalnya dengan sayur sawi putih, Anda tetap harus menghidangkannya di piring anak, juga di piring Anda sendiri, tanpa perlu memberi komentar negatif.

02. Mendidik anak-anak tentang manfaat sayuran. Jelaskan kepada anak alasan mengapa harus mengkonsumsi sayuran, karena baik untuk kesehatan. Jika perlu  bisa dibuatkan diagram tubuh agar presentasinya lebih menarik. Setelah itu, mintalah kepada anak jenis sayuran tertentu untuk ditempel pada bagian tubuh yang membutuhkan sayuran tersebut. Misalnya, setelah makan wortel, mintalah anak menempelkan stiker pada mata.

03.  Jangan langsung dalam porsi besar. Bagi anak yang masih belajar untuk menyukai rasa sayur, satu sendok bisa terasa seperti satu piring. Karena itu, ketika menyajikan jenis sayuran baru kepada anak, mintalah untuk setidaknya mencoba sesuap. Jika dia tidak suka, tidak perlu dipaksa. Coba lagi dua atau tiga hari berikutnya.

04. Sajikan dengan cara berbeda, misalnya “menyelundupkan” sayur dalam makanan lain. "Orangtua bisa menghaluskan sayur dan menyembunyikannya pada saus atau jenis masakan tertentu", tambah Antje Dahl dari DGE, sebuah lembaga pangan di Jerman. Trik lain, menurutnya, para ibu bisa juga membuat sate sayuran yang diselang-seling dengan daging.

05. Sajikan sebagai makanan pembuka. Ketika anak merasa lapar, Anda bisa menggunakan kesempatan tersebut untuk menyajikan sayuran. Sajikan sayuran sebagai makanan pembuka (misalnya salad dalam porsi kecil) untuk dimakan selama anak menunggu makanan utama dihidangkan. Tapi ada pengecualian. Sayuran yang samasekali belum pernah dikenal anak bisa membuatnya frustasi jika dia benar-benar kelaparan. Jadi, sajikan saja sayuran yang sudah dikenalnya.