Jumat, 15 April 2016

Polisi Optimis Ungkap Kasus Dugaan Penyelewengan Dana Hibah Pilkada Rp 8 miliar

Kapolres Mojokerto, AKBP Budhi Herdi Susianto menegaskan, jika pihaknya punya cukup data terkait kasus dugaan penyelewengan dana hibah Pilkada Kabupaten Mojokerto tahun 2015 lalu dari Pemkab Mojokerto kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mojokerto. Sehingga pihaknya optimis hasil yang diraih nantinya sesuai dengan harapan.

"Kita memang saat ini, tenggah menyelidikan terkait korupsi di KPU Kabupaten Mojokerto menyangkut dugaan korupsi dana hibah sebanyak Rp 30 miliar. Dana tersebut sudah diserap KPU sebesar Rp 22 miliar, sisanya Rp 8 miliar belum diserap tapi belum dkembalikan ke Pemkab sehingga kita selidiki," ungkapnya, Selasa (5/4/2016).

Masih kata Kapolres, pihaknya menyelidiki seluruh dana hibah tersebut terkait penggunaannya diperlukan klarifikasi dari KPU Kabupaten Mojokerto. Ketua KPU Kabupaten Mojokerto, lanjut Kapolres, sudah dimintai keterangan, namun secara teknik yang mengetahui Sekretaris sehingga Sekretaris KPU dipanggil untuk dimintai keterangan, Senin (4/4/2016) kemarin.

"Sehingga Sekretaris diharapkan bisa menyampaikan data dan bukti terkait penggunaan dana Rp 30 miliar hingga ada sisa Rp 8 miliar. Kita akan cros cek buktinya apa, jika memang uang sisa dana hibah tersebut sudah dikembalikan. Kita tidak hanya fokus di sisa dana Rp 8 miliar saja tapi kegiatan apa saja yang dlakukan KPU hingga.menyisakan dan hibah sebesar Rp 8 miliar," katanya.

Kapolres mengaku, sudah memegang data dari berbagai sumber, namun pihaknya mengaku belum bisa menyampaikan ke media karena rananya masih penyelidikan. Pihaknya akan melakukan cres cek untukk menentukan ada tidaknya perbuatan melawan hukum dalam kasus tersebut. Menurutnya, dari data yang dipegang, ada beberapa dugaan korupsi pada kegiatan KPU Kabupaten Mojokerto.

"Kita masihmendalami dengan mengupayakan semaksimal mungkin, selain kita meminta keterangan dari pihak KPU, kita juga turun ke lapangan terkait penggunaan dana hibah tersebut. Kita harus optimis hasilnya sesuai harapan tapi fakta dan praktek di lapangan belum tahu karena masih proses penyelidikan. Data yang ada jangan sampai kurang memuaskan pada pemeriksaan kerugian negara nantinya," jelasnya.

Sehingga target yang diharapkan ada titik terang dalam proses penyelidikan kasus tersebut. Pihaknya juga mengaku akan meminta keterangan pemda selaku pemberi dana hibah karena, lanjut Kapolres, pemda tentunya memiliki bagian pengawasan dalam penggunaan dana tersebut. Terkait keterlambatan pengembalian sisa dana hibah tersebut, Kapolres menegaskan akan menanyakan ke saksi ahli. (Sumber:beritajatim.com)