Kamis, 21 April 2016

Sepatu Wanita Buatan Mantan PSK Diapresiasi Komisi VIII DPR-RI

Sepatu wanita yang merupakan salah satu hasil kerajinan Usaha Kecil Menengah (UKM) para mantan Pekerja Seks Komersial (PSK) Dolly mendapat apresiasi dari Komisi VIII DPR-RI. Tak hanya itu, juga batik, olahan makanan dan minuman, baju taqwa, blangkon, seprei dan tempe mendapat perhatian dan dibeli untuk oleh-oleh pulang ke Jakarta.

Kunjungan ke sentra-sentra UKM di eks lokalisasi Dolly di Kecamatan Sawahan Surabaya dilakukan usai mengunjungi Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam rangka melaksanakan tugas pokok yakni pengawasan dan legislasi. Kemudian untuk melihat secara langsung kinerja dan program-program yang dibidanginya.Ruang lingkup bidang yang menjadi bidang tugas Komisi VIII meliputi agama, sosial, pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, penanggulangan bencana dan Badan Amil Zakat.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Timur, H Akhmad Sukardi saat menerima Komisi VIII DPR RI beserta rombongan di di Kantor Gubernur Jawa Timur Jl Pahlawan Surabaya, Senin (21/3) mengatakan, Komisi VIII DPR RI menyambut baik dan merasa puas mendapat informasi dan jawaban dari Sekretaris Daerah Prov Jawa Timur tentang bidang tugas yang menjadi tanggung jawabnya.

Setelah itu Komisi VIII DPR RI langsung diajak ke sentra-sentra UKM di eks lokalisasi Dolly di Kecamatan Sawahan Surabaya. Di sentra-sentra kerajinan tersebut diharapkan wakil rakyat bisa memborong berbagai hasil karya anak bangsa. Khususnya para mantan PSK di pusat lokalisasi terbesar se Asia Tenggara yang proses penutupannya sempat menjadi pusat perhatian nasional.

Camat Sawahan Kota Surabaya, Yunus mengatakan, kawasan di Kelurahan Putat Jaya Kecamatan Sawahan Surabaya kini telah berubah. Dulu, orang mengenal kawasan itu sebagai lokalisasi prostitusi Dolly, kini Gang Dolly tak seramai dulu yang menjadi pusat jajanan perempuan malam berbagai usia.

Alas kaki sepatu, diawal produksi hanya memproduksi sekitar 10 pasang sepatu saja, kini omsetnya sudah mencapai Rp 9-10 juta/UKM. Pasar sepatu dan batik dari dolly selain dipasarkan di Surabaya juga di Bali, NTT dan Indonesia Timur.Perubahan Dolly menjadi Sentra Usaha Kecil Menengah (UKM) perlu medapatkan dukungan baik dari pemerintah, lembaga-lembaga dan masyarakat Jawa Timur dan Indonesia.